Minggu, 28 Mei 2017

BACA! Rasulullah Selalu Istirahat di Antara Dua Rakaat Shalat Tarawih, Sebarkan!

BACA! Rasulullah Selalu Istirahat di Antara Dua Rakaat Shalat Tarawih, Sebarkan!



JAKARTA -- Rasulullah SAW melaksanakan Tarawih dengan santai. Beliau tidak terburu-buru dan tidak lupa beristirahat. Istirahat atau thuma'ninah sering dilupakan dalam shalat tarawih saat ini. Padahal ini dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Tarawih memang memilki pengertian mengerjakan shalat dengan santai. Setiap dua rakaat, Rasulullah selalu melakukan thawaf. Karena itu, Rasulullah biasanya melaksanakan tarawih delapan rakaat saja ketika bersama sahabat. Selanjutnya, Nabi melanjutkan shalat di rumah. 


Ijtihad dilakukan oleh sahabat Umar bin Khattab terkait jumlah rakaat Tarawih. Pada masa Umar, shalat Tarawih kemudian menjadi 20 rakaat.

"Ini diputuskan karena yang tarawih di luar Masjidil Haram tidak bisa thawaf," kata Ketua Bidang Dakwah Majlis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis.

Menurutnya, Rasulullah kembali shalat tarawih di rumah. Jumlah rakaatnya berbeda pendapat antara para ulama.

Ada yang mengatakan sampai 36 rakaat, bahkan ada yang mengatakan tak terbilang. Namun kini, jumlah rakaat tarawih biasanya ganjil hingga 23 rakaat, termasuk witir.

Selain itu, beragam cara umat Islam melaksanakan shalat tarawih. Ada yang sampai menghatamkan Alquran satu juz disetiap bacaan tarawih. Tak sedikit pula yang cukup dengan ayat pendek. Cholil mengatakan, bagaimana pun istirahat adalah hal yang harus diperhatikan.

"Ya harusnya ada thuma'ninah. Kalau gak ada thuma'ninah dalam masing-masing rukunnya tidak sah," ujar Cholil. Saat ditanya tolak ukur thuma'ninah, menurut Cholil, tergantung kepada adat.


Hanya saja, katanya, ulama mengukur dengan membaca subhana rabbiyal a'ala wa bihamdi tiga kali. "Itu batas minimalnya ya," kata Cholil. Jadi, agar shalat tarawih kita lebih bermakna dan tidak melelahkan, jangan lupa thuma'ninah.


Sumber : Republika

Inilah Kisah Kedermawanan Umar bin Abdul Aziz, Baca dan Sebarkan!

Inilah Kisah Kedermawanan Umar bin Abdul Aziz, Baca dan Sebarkan!


JAKARTA -- Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah pahala. Karena itu, tidak jarang umat Islam yang memiliki kelebihan harta selalu berbagi pada yang membutuhkan.

Cerita kedermawanan banyak ditirukan oleh ulama dan para pemimpin Muslim di sepanjang sejarah. Salah satunya, kisah khalifah terkemuka Dinasti Umayyah, Umar bin Abdul Aziz.


Dalam suatu riwayat, Umar bin Abdul Aziz awalnya termasuk pengusaha kaya. Harta halalnya berlimpah karena beliau seorang pedagang sukses yang amanah.

Ia juga mendapat gaji dari baitul mal negara. Saat Ramadhan, semua itu tidak ia simpan sendiri. Ia tak pernah abses berbagi dengan fakir miskin dan orang yang meminta-minta.

Ayub bin Wail ar-Rasibi pernah menyaksikan kejadian menakjubkan tentang beliau. Suatu hari, Ibnu Umar mendapat kiriman harta senilai 4.000 dirham (sekitar 680 juta rupiah) dan satu baju yang ada bulunya.

Keesokan harinya, Ayub bin Wail ini melihat Ibnu Umar di pasar membeli pakan kudanya dengan cara berhutang. Ayub pun keheranan. Ia berpikir Ibnu Umar baru kemarin mendapat uang 4.000 dirham, tapi membeli pakan kuda saja berhutang.

Karena penasaran, Ayub kemudian menemui keluarga Ibnu Umar, ingin tahu apa gerangan yang terjadi. Cerita keluarganya, "Uang itu belum sempat menginap semalam, tapi sudah dibagikan semuanya kepada fakir miskin," kata mereka.

Ibnu Umar hanya mengambil baju yang ada bulunya itu. Ia pun pakai baju itu untuk keluar rumah. Namun ketika pulang, baju itu sudah tidak ada. "Ketika kami tanyakan, beliau sudah berikan baju itu kepada fakir miskin," katanya.

Kisah Ibnu Umar merupakan salah satu kisah kedermawanan yang luar biasa di bulan Ramadhan. Semua sahabat berlomba untuk berbagi dan membahagiakan orang yang membutuhkan.



Abdullah Ibnu Umar RA juga memiliki kebiasaan berbuka puasa bersama anak yatim dan orang miskin. Bahkan, terkadang putra tercinta sahabat mulia, Umar bin Khattab RA, ini tidak berbuka meski sudah adzan Maghrib jika keluarganya belum menghadirkan para fakir miskin di rumahnya.


Sumber : Republika

Sabtu, 27 Mei 2017

Penting! Puasa Sarana Menjaga Hati, Lisan, dan Akal, Baca Sampai Tuntas!


Penting! Puasa Sarana Menjaga Hati, Lisan, dan Akal, Baca Sampai Tuntas!


Terdapat tiga komponen penting pada diri manusia, yakni hati, akal, dan lisan. Tiga komponen ini akan baik jika dirawat dengan baik. Sebaliknya, ketika tidak dirawat, tentu akan menimbulkan malapetaka dan bencana, baik bagi diri maupun orang lain. Karena itu, setiap manusia penting untuk menjaga ketiganya dari penyakit berbahaya.


Penyakit hati adalah menganggap rendah orang lain (takabbur), merasa dirinya adalah yang terbaik ('ujub), riya, pelit (bakhil) hasud, dan lain sebagainya. Penyakit lisan adalah berdusta, berkata kotor, menipu, mengejek, menghina, menggunjing, bersilat lidah, bertengkar, berdebat secara berlebihan, dan lain sebagainya.

Sedangkan penyakit kecerdasan akal adalah percaya diri berlebihan sehingga suka meremehkan, kesombongan intelektual yang menghilangkan akhlaq al-karimah, merasa superior dan berkualitas padahal lemah dan tidak mempunyai apa-apa, dan lain sebagainya.

Setelah bertaubat, obat ampuh untuk mengatasi penyakit hati, lisan, dan akal adalah puasa dan Alquran. Untuk itu, datangnya bulan Ramadhan sudah semestinya menjadi momentum untuk mensucikan diri dari segala penyakit.

Orang beriman senantiasa merindukan datangnya Ramadhan. "Ya Allah sampaikan kami pada bulan Ramadhan," demikian doa yang dipanjatkan. Puasa merupakan ibadah intim seorang hamba kepada Sang Pencipta. Puasa juga merupakan ibadah tertua dalam peradaban manusia, yakni sejak Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW.

Tujuan inti puasa adalah menggapai ketakwaan. Puasa menjadi sarana mensucikan hati dan jiwa agar taat kepada perintah-Nya, sekaligus mengobati dan menjadi terapi kesehatan manusia. Ramadhan merupakan bulan pendidikan rohani yang melatih keuletan, kejujuran, kesabaran serta menjadi pakem menahan gejolak nafsu yang mendorong hamba melakukan dosa dan kesalahan.

Imam Abdurrahman al-Shafury dalam kitab 'Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab al-Nafais' menjelaskan, kata Ramadhan terdiri dari 5 kata, yakni: ra (ridwanullah) berarti keridhaan Allah, mim (maghfirah) berarti ampunan-Nya, dhad (dhimanullah) berarti jaminan keamanan dari Allah SWT, alif (ulfah) berarti kelembutan, dan nun (nawalullah) berarti pemberian dari Allah SWT.


Terdapat banyak penjelasan dari Rasulullah Muhammad SAW terkait keutamaan bulan Ramadhan. Salah satunya yang meriwayatkan bahwa Rasululah mengisi Ramadhan dengan memperbanyak membaca Alquran, memahami dan merenungi kandungannya, serta mengamalkannya.

Man qaraa harfan min kitaabillah fa lahu bihi hasanatun, wal hasanatu biasyri amtsaalihaa. Laa aquulu alif lam mim harfun, wa lakin alifun harfun, laamun harfun, wa miimun harfun.

"Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf, dan mim itu satu huruf."

Dalam riwayat lain, Rasulullah Muhammad Saw bersabda: Kullu amalibni Adam yudhaafu asyrul hasanati ila dhifi sabimiati amtsaalihaa. Qaala Allahu Azza wa Jalla: Illaa ash-Shauma, fa innahu liii wa Ana Ajzi bihi. Yadau syahwatahu wa thaamahu min ajlii. Lis-shaaimi farhataani, farhatun inda fithrihi wa farhatun inda fithrihi wa farhatun inda liqaai rabbihi. Wa lakhuluufu fiihi athyabu indallahi min riihil miski.

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan manusia akan dilipat-gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan ia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada bau minyak kasturi."

Terkait anjuran untuk merenungkan kandungan Alquran, Rasulullah SAW bersabda: rubba taalin lil quraani, wal quraanu yalanuhu."Banyak orang yang membaca Alquran, tapi Alquran justru melaknatnya."

Sambut Ramadhan, pesan hadits di atas seyogyanya direnungkan sebagai modal membangun karakter (character building) dan merevolusi mental. Ramadhan menjadi momentum mempraktikan nilai-nilai ideal dalam realitas kehidupan hingga tidak tercipta kesenjangan.

Memahami pentingnya kejujuran dengan tidak berbuat curang dan penipuan. Memahami keadilan penguasa dengan tidak korup dan mengeksploitasi alam. Mendakwahkan ayat-ayat Tuhan tanpa mencampurinya dengan syahwat politik kekuasaan.


Ketika seseorang menghendaki hati, lisan dan kecerdasan akalnya memiliki pancaran cahaya yang menyelamatkan, tentunya Alquran adalah pedoman dan pusaka yang paling ampuh. Sedangkan untuk merawat kesucian hati, lisan, dan kecerdasan akal, puasa adalah kunci utamanya.

Marhaban ya Ramadhan. Wallahu a'lam


Faruq Hamdi - Sekretaris Lembaga Bahstul Masail PWNU DKI Jakarta dan Staf Komisi Dakwah MUI Pusat (Sumber: Republika)

Akan Dijauhkan Dari Siksa Kubur Bagi yang Terbiasa Membaca Surat ini di Malam Hari!

Akan Dijauhkan Dari Siksa Kubur Bagi yang Terbiasa Membaca Surat ini di Malam Hari!


Surat Al Mulk atau surat Tabaarok, surat ke-67, surat yang ada di juz ke-29 ini punya banyak keutamaan. Menjadi amalan yang dianjurkan untuk istiqomah membacanya, terutama sebelum tidur. Apa sebabnya? Berikut ulasannya

Telah menceritakan pada kami ‘Ubaidullah bin ‘Abdil Karim, ia berkata, telah menceritakan pada kami Muhammad bin ‘Ubaidillah Abu Tsabit Al Madini, ia berkata, telah menceritakan pada kami Ibnu Abi Hazim, dari Suhail bin Abi Sholih, dari ‘Arfajah bin ‘Abdul Wahid, dari ‘Ashim bin Abin Nujud, dari Zarr, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur.


Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur).  Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai dalam Al Kabir 6/179 dan Al Hakim. Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih).

Tentu setiap dari kita ingin terhindar dari siksa kubur. Kalau sudah tahu amalan ini bisa mempermudah kondisi kita saat di alam kubur nanti, tentu pada mau merutinkan membaca Al Mulk sebelum tidur, kan? Lebih-lebih kalau mau menghafalnya.

Itu keren banget! Nggak cuma sekedar membaca ya, perlu juga dihayati dan benar-benar hanya mengharap ridho Allah ta’ala saat membacanya. Karena bacaan al qur’an hanya akan memberikan syafaat dan pertolongan atas izin Allah ta’ala semata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah al qur’an, karena sesungguhnya bacaan al qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya (sewaktu di dunia).” (HR. Muslim no. 804).


Supaya mendapatkan keutamaannya dan nggak sekedar menggerakkan bibir, yuk, sama-sama amalkan kandungan isi surat Al Mulk. Semoga kita bisa mendapatkan syafaat-Nya.




Sumber : Wajib Baca

Kamu Harus Tahu! 4 Hal yang Harus Diperhatikan Pasien Diabetes Saat Puasa

Kamu Harus Tahu! 4 Hal yang Harus Diperhatikan Pasien Diabetes Saat Puasa


Jakarta - Mengidap penyakit diabetes melitus bukan berarti tidak bisa berpuasa. Pakar mengatakan dengan persiapan yang baik, pasien diabetes melitus tetap bisa menjalankan ibadah puasa.

"Sekitar 79 persen pasien diabetes melitus tipe 2 akan berpuasa saat bulan Ramadan. Tentunya harus ada persiapan agar ibadah puasa bisa maksimal," tutur dr Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD, FINASIM, beberapa waktu lalu.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan dan disiapkan pasien diabetes jika ingin puasa? Yuk simak empat hal ini:



1. Pengalaman puasa sebelumnya

Diabetes adalah penyakit progresif yang bisa makin memburuk seiring berjalannya waktu, apalagi jika tidak terkontrol. Karena itu pengalaman puasa tahun sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan untuk menjalani puasa saat ini.

"Jika tahun lalu aman, tidak berarti tahun ini sama. Bisa jadi kondisinya lebih jelek karena tidak terkontrol. Tapi bisa juga lebih baik, masing-masing individu berbeda," ujarnya.


2. Konsultasi ke dokter

Dikatakan dr Wismandari, hal terpenting yang harus dilakukan pasien diabetes sebelum memutuskan puasa adalah berkonsultasi ke dokter. Konsultasi ke dokter penting untuk melihat apakah kondisi pasien diabetes memiliki risiko fatal atau tidak jika berpuasa.

"Puasa kan sebenarnya cuma pindah jam makan saja. Jika tidak ada komplikasi berat atau masalah lainnya, dokter tidak mungkin melarang pasien yang ingin berpuasa," ungkapnya.

3. Cek gula darah berkala

Saat puasa, pasien diabetes melitus tipe 2 rentan mengalami hipoglikemia atau gula darah yang turun secara drastis. Karena itu, pasien dianjurkan mengecek gula darah secara berkala di sore hari.

"Kalau gula darahnya sudah di bawah 70 atau 60 saat puasa itu sudah risiko hipoglikemia, dan dianjurkan untuk segera berbuka dengan minum air gula supaya tidak ngedrop," tutur dr Wismandari lagi.

4. Jadwal makan dan minum obat

Dikatakan dr Wismandari, puasa Ramadan mengubah waktu makan dan minum obat pasien. Karena itu, perubahan waktu makan dan minum obat harus diantisipasi agar gula darah tidak naik dan turun secara tiba-tiba.


"Kalau puasa, porsi makannya diatur jadi sahur 30 persen, buka puasa 50 persen dan sesudah tarawih 20 persen. Begitu juga dengan waktu minum obatnya mengikuti waktu makan," lanjutnya.



Sumber : detikcom

Jumat, 26 Mei 2017

HOT NEWS: Kiai Said Aqil Mengaku Khilaf dan Mohon Maaf, Baca Sampai Tuntas!

HOT NEWS: Kiai Said Aqil Mengaku Khilaf dan Mohon Maaf, Baca Sampai Tuntas!


Pengurus Yayasan Masjid Salman Institut Teknologi Bandung menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (25/5) siang. Mereka datang ke PBNU untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan Kiai Said bahwa Masjid Salman menjadi tempat radikal.


Ketua Pembina Masjid Salman ITB Suparno mengatakan, pertemuan tersebut merupakan ajang bersilaturrahmi sekaligus untuk menyampaikan terkait pernyataan Kiai Said yang viral tersebut. "Pertama memang kami bersilaturrahni dengan beliau. Lalu, Kami juga menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan viral di masyarakat akibat penyampaian beliau yang kemudian jadi viral itu bahwa menyatakan Salman itu sebagai tempat Radikalisme," ujarnya kepada Republika.co.id di Kantor PBNU, Kamis (25/5).

Menurut Suparno, pihaknya hanya ingin mengetahui apakah dari pihaknya telah luput dalam mengamati Masjid Salman, sehingga Kiai Said menyatakan bahwa Masjid Salman merupakan masjid radikal. Namun, kata dia, setelah pertemuan ternyata Kiai Said mengaku hanya khilaf dan akan mengunjungi Masjid Salman.

"Namun, rupanya beliau menyadari itu suatu kekhilafan. Jadi beliau sudah menyampaiakan secara terbuka permohonan maaf. Pada dasarnya sih bukan pada kami yang hadir, tapi pada semua khususnya intitusi Salman atas ucapan itu," ucap dosen Fisika ITB tersebut.

Setidaknya ada enam orang pengurus Masjid Salman yang datang ke PBNU. Mereka menjadi bagian dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Masjid Salman. Menurut Suparno, dalam melaksanakan kegiatan tersebut pihaknya merangkul semua golongan dan dalam pengajarannya ditekankan pada logika sebagai kelompok akademisi.

Ia pun membantah jika Masjid Salman merupakan masjid yang mengajarkan paham radikalisme. Justru, menurut dia, seyogyanya masjid mempunyai peran sebagai tempat untuk bersujud kepada Allah, sehingga menjadi simbol untuk pengabdian kepada Allah.

"Ya suatu radikalisme adalah sesuatu yang dipaksakan barangkali ya. Ya kami nggak setuju atau tidak menganut laham yang seperti itu. Bahwa sesuatu itu harus belajar natural atau alamiah yang fitrah-fitrahnya sudah ditetapkan oleh Allah," kata Suparno.


Seperti diketahui, pernyataan "masjid radikal" tersebut disampaikan Kiai Said dalam acara peluncuran Pusat Komando dan Kartu Pintar Nusantara di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (22/5). Hal ini diungkapkannya saat menjelaskan bahwa nilai-nilai radikal sudah menyebar ke sejumlah lembaga pendidikan tinggi di Tanah Air. "Seperti di ITB, IPB, ITS dan lainnya. Terutama ITB lewat Masjid Salman," ujar Kiai Said.



Sumber : Republika

Arifin Ilham: Terorisme itu Bukan Jihad

Arifin Ilham: Terorisme itu Bukan Jihad



Astagfirullahal adzhiim...terorisme, barbarisme, bom bunuh diri, bom kimia, pembataian, dan kekejaman lainnya bukanlah jihad dan itu bukan ajaran Islam.

Islam agama damai dan keselamatan, karena itulah kita disebut muslimun, kaum para penyelamat, kaum yang suka damai. Kalaupun berperang karena, kezholiman yang luar biasa terjadi pada umat yang mulia ini. Berperang karena diperangi, berperang karena membela diri, di sinilah jihad itu menjadi wajib.


Ø£ُذِÙ†َ Ù„ِÙ„َّذِينَ ÙŠُÙ‚َاتَÙ„ُونَ بِØ£َÙ†َّÙ‡ُÙ…ْ ظُÙ„ِÙ…ُوا ÙˆَØ¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ عَÙ„َÙ‰ Ù†َصْرِÙ‡ِÙ…ْ Ù„َÙ‚َدِيرٌ (الحج : ٣٩)

Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” (QS Al Hajj 39).

Syariat jihad terbagi dua, jihadul harbi, jihad perang, angkat senjata di wilayah umat Islam diperangi, seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah, Afrika Tengah dan sebagainya. Itupun dengan adab perang mulia, tidak boleh merusak tempat ibadah manusia, membunuh anak anak, para wanita, dan orang tua yang tidak berperang dan sebagainya.

Simaklah sabda Rasulullah ini, “Janganlah kamu berkhianat, janganlah kamu melakukan sadisme pada musuh, jangan membunuh anak-anak, wanita dan orang tua” (HR Ath-Thabrani & Abu Daud).

Tetapi, di wilayah damai, seperti di negeri kita tercinta Indonesia adalah jihadud dakwah, jihad dakwah, dangan lisan, tulisan dan apapun yang Allah amanahkan pada kita menjadi medan dakwah, harta, media sosial FB, instagram, WA dan sebagainya. Karena hak tujuannya, maka sabar dan kasih sayang strateginya.

Subhanallah, sampai-sampai Rasulullah mengibaratkan seorang mukmin "kannahli" seperti lebah, karekter mukmin mirip dengan karekter lebah, makannya lebah sari pati bunga (halal bervitamin), yang dikeluarkan lebah adalah madu (berakhlak mulia, bicara santun). Kalau lebah hinggap tidak merusak bahkan menyuburkan (tidak merusak, bukan teroris, malah membawa kebaikan). Lebah sangat kompak (ukhuwah persaudaraan seimannya kuat), kalau satu lebah disakiti, maka lebah bersatu membelanya (punya izzah, sangat ditakuti lawan). Kalau ada lebah makan yang kotor, maka para lebah bersatu mengusirnya (terjaga dari pengkhianat), dan sengatan lebah pun menjadi obat (jihad pun berdampak positif).

Subhanallah betapa indahnya, mulianya akhlak seorang mukmin itu sahabatku. Semoga saudara-saudara kita dari sipil maupun polisi yang menjadi korban kezholiman di kampung Melayu kemarin dirahmati Allah SWT, diampuni semua dosa-dosa mereka, dan Allah jadikan kuburan mereka sebagai taman syurga-Nya, aamiin.


Allahumma ya Allah selamatkan dan menangkan para mujahidin kami di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah dan seluruh wiliyah umat Islam yg diperangi, dan berkahilah negeri kami Indonesia dg kesholehan para pemimpin dan rakyatnya, dan selamatkanlah negeri kami dari aksi para teroris...aamiin.



Sumber : Republika

Naudzubillah! Tujuan Bom Kampung Melayu Dinilai Ingin Indonesia Terus Gaduh

Naudzubillah! Tujuan Bom Kampung Melayu Dinilai Ingin Indonesia Terus Gaduh



JAKARTA -- Aksi bom bunuh diri terjadi di Terminal Bus Kampung Melayu Rabu (24/5) malam, semakin mempertegas adanya pihak-pihak yang ingin Indonesia terus gaduh dan tidak aman. Setelah suasana politik identitas yang belakangan semakin tajam, ada pihak yang berusaha memanfaatkan kesempatan ini.


Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Bandung, Muradi menilai hal inilah yang sedang diupayakan beberapa pihak yang politik identitas ini berimplikasi negatif bagi bangsa Indonesia. "Saya meyakini bahwa pelaku hanya sekedar memanfaatkan momentum menguatnya sentimen politik identitas untuk kepentingan dan agenda  yang lebih besar," kata Muradi, Kamis (25/5).

Ia menganggap aksi keji bom bunuh diri di kawasan terminal Kampung Melayu tersebut memiliki agenda yang kurang lebih sama dengan yang diagendakan di sejumlah negara, yakni Manchester, Bangkok, serta aksi okupasi wilayah oleh ISIS di Marawi, Philipina Selatan. Menurutnya, sentimen politik identitas yang sempat mengharu birukan ruang publik dan elite politik nasional, jika tidak segera disudahi, maka akan berimplikasi negatif bagi eksistensi berbangsa dan bernegara. Hal ini dikarenakan organisasi teror telah memanfaatkan cela itu untuk kepentingan mereka.

Setidaknya, menurut dia, hal ini harus menjadi hal penting yang segera direspon publik, elite politik dan pemerintah. Karena itu, langkah yang harus dilakukan publik adalah memastikan semangat politik identitas yang selama ini menguat harus diarahkan pada hal yang positif.

Yakni politik identitas dengan penegasan pada toleransi, dan bahu membahu menjaga entitas dan identitas keindonesiaan. Karena dengan semangat itu, peluang kelompok dan jaringan teroris yang ada menjadi kehilangan momentum dan tidak lagi mendapatkan tempat di bumi Indonesia.

Salah satu cara melawan radikalisme dan terorisme adalah dengan menekankan kepercayaan pemerintah dan aparat keamanan mampu memberantas radikalisme dan terorisme. Sehingga dengan penekanan itu, ia yakin pemerintah dan aparat keamanan, khususnya polri akan bertugas dan bertindak tegas dalam menjaga warganya dan menjaga keindonesiaan dari ancaman radikalisme dan terorisme.


Bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu malam telah menewaskan tiga personil Polri dan dua orang terduga teroris. Aksi bom bunuh diri ini menargetkan aparat kepolisian yang sedang mengamankan aksi pawai obor  jelang Ramadhan. Beberapa warga dan polisi ikut terluka dari aksi yang keji ini, dan kini dalam penanganan medis di beberapa rumah sakit setempat.



Sumber : Republika

Selasa, 23 Mei 2017

Wajib Dibaca! Jaga Dengan Baik Wanita yang Telah Kau Minta dari Orang Tuanya, Sebarkan!

Wajib Dibaca! Jaga Dengan Baik Wanita yang Telah Kau Minta dari Orang Tuanya, Sebarkan!


Saat kau memantapkan hati untuk menjadikannya sebagai sandaran hidup, tempat berkeluh kesah, dan tempat untuk merajut masa depan, maka bertanggung jawablah dengan penuh kesadaran tinggi.

Wanita yang kau minta dari orang tuanya, maka jagalah dia dengan baik dan bijkasana, bukan karena ia seorang wanita yang mempunyai hati lebih lembut dari dirimu.


Tetapi karena memang sudah sepantasnya dia harus kau jaga dengan bijaksana, sebab dirimu adalah pengganti dari orang tuanya, kakaknya, dan saudara perempuannya.

Sempurnakanlah agamanya, karena tujuan utama kau menikahinya bukan hanya untuk mencurahkan cinta semata, tetapi untuk menyempurnakan agamanya, dan untuk menyempurnakan hidupnya, maka jagalah dia dengan baik dan bijaksana, jagalah akhlaqnya agar tetap mulia berada disisimu.

Jagalah Dia Sebagaimana Orang Tuanya Telah Menjaganya Semenjak Lahir, Ayomi, Arahkan, Dan Ajaklah Dia Kejalan Yang Benar

Maka, jagalah dia sebagaimana orang tuanya telah menjaganya semenjak lahir, ayomi dia dengan kasih sayang yang bersumber kepada kasih sayang Allah, arahkan dia kepada jalan yang memang sudah sepantasnya dirimu mengarahkannya sebagai imam atu pemimpin baru dalam hidupnya.

Dan ajaklah dia kejalan yang benar, ke jalan-jalan syurga yang telah Allah persembahkan untukmu, karena memang tanggung jawabmulah selalu menjaga dan menjamin setiap apa-apa yang menjadi kebutuhan dalam hidupnya.

Jagalah Dia Sebagaimana Layaknya Kau Menjaga Harta Terbaik Yang Pernah Kamu Miliki

Jagalah dirinya sebagaimana layaknya kau menjaga harta terbaik yang pernah kamu miliki, karena sejak kamu mengikatnya dalam akad, sejak itulah ia telah menjadi harta yang paling berharga dalam hidupmu.

Maka, berusahalah untuk selalu menjaganya dengan tanggung jawab, karena saat kau benar-benar menjaganya dengan tanggung jawab penuh, disitulah ia benar-benar akan menjadi harta paling indah dan berharga sepanjang masa.

Jagalah Dia Dengan Penuh Kasih Sayang, Perbaiki Akhlaqnya Dan Sempurnakanlah Agamanya

Jagalah dia dengan penuh kasih sayang, perbaiki akhlaqnya dan sempurnakanlah agamanya. Karena bila kau menjaganya dengan penuh kasih sayang, maka sudah tentu akhaqnyapun akan terjaga dengan baik, dan agamanyapun akan terjaga pula dengan baik.

Ingatlah, saat kau membaca syahadat sebelum kau mengiyakan dia menjadi milikmu, kau begitu kokohnya menyatakan janji sambil memegang tangan orang tuanya.

Maka disitulah tanggung jawabmu sebagai suami harus benar-benar kau jaga dan selamanya harus tetap kau pertanggung jawabkan.

Jagalah Dia Dengan Penuh Tanggung Jawab, Ajarkanlah Ilmu Yang Belum Ia Ketahui, Agar Iapun Bisa Menjadi Istri Yang Baik Dan Bertanggung Jawab

Jagalah dia dengan penuh tanggung jawab, ajarkanlah ilmu yang belum ia krtahui, agar iapun bisa menjadi istri yang baik dan terus menerus bertanggung jawab.

Karena istri yang baik dan bertanggung jawab itu tercipta dari bagaimana seorang suami mengajarkan kebaikan dan tanggung jawab padanya, sebab makmum yang baik tergantung kepada seorang imam yang baik pula.

Buatlah Ia Menjadi Shalehah, Karena Istri Shalehah Adalah Harta Paling Mulia Yang Dimiliki Suami, Sebab Itulah Ia Dikatakan Sebaik-Baiknya Perhiasan Didunia.


Maka, buatlah ia menjadi istri yang shalehah, perbaiki aklahqnya, sempurnakan agamanya, dan jagalah ia dengan bijaksana.

Karena istri yang shalehah adalah harta paling mulia yang dimiliki seorang suami sepanjang masa, hingga kelak dihadapan Allah, sebab itulah ia dikatakan sebaik-baiknya perhiasan didunia ini.


Sumber : WajibBaca

Astaghfirullah! 144 Pelaku Ditangkap Saat Pesta Gay, Indonesia Darurat LGBT

Astaghfirullah! 144 Pelaku Ditangkap Saat Pesta Gay, Indonesia Darurat LGBT  


JAKARTA – Penggerebekan pesta gay di daerah Kelapa Gading oleh Polres Jakarta Utara mendapat perhatian serius dari Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini. Ia menilai perilaku para gay dapat membahayakan generasi bangsa.


Perilaku LGBT (lesbian, gay, biseseksual, dan transgender), kata dia, sudah pasti bertentangan dengan Pancasila sebagai konstitusi negara. Dan juga tak sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya luhur, dan perikemanusiaan.

“Ini (penggerebekan pesta gay) juga menandakan Indonesia darurat LGBT,” ujar Jazuli dalam keterangan tertulis, Senin (22/5).

“Pesta seks sesama jenis ini jelas sangat memprihatinkan. Kita semua harus waspada jangan sampai menular kepada generasi bangsa. Rusak generasi kita jika virus ini menyebar kepada anak-anak kita,” lanjut dia.

Jazuli mengimbau generasi muda diberi pemahaman agama yang lebih banyak, seiring maraknya masyarakat yang menunjukan perilaku LGBT.

“Mari kita didik anak-anak kita untuk mengenal Allah, mengenal agama yang mengajarkan fitrah kemanusiaan, sehingga selamat dari perilaku yang menyimpangi fitrah manusia,” kata Jazuli.

Perilaku LGBT, kata Jazuli, tak lepas dari banyaknya budaya liberal yang menyusup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu berdampak pada perilaku generasi bangsa yang semakin permisif dan menganut kebebasan tanpa batas.

“Budaya liberal, permisif, serta kebebasan tanpa batas menyuburkan benih-benih LGBT. Kita semua harus mencegah penyebaran budaya ini karena jelas menyalahi karakter kebangsaan kita sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945,” tegas Jazuli.

Dia mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang telah berhasil membubarkan dan menindak para gay yang sedang berpesta seks.

Menurutnya, kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat harus lebih ditingkatkan agar perilaku menyimpang tersebut dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.


“Pemerintah pusat maupun daerah, aparat penegak hukum, ormas atau LSM, tokoh masyarakat, alim ulama serta seluruh komponen masyarakat harus aktif menjalin kerjasama untuk mencegah bencana sosial akibat perilaku menyimpang kaum homoseksual ini demi menyelamatkan generasi bangsa,” tegas Jazuli.



Sumber : ngelmu.id

WOW! Duit Negara Kurang, Pensiunan PNS tak Ada THR, Baca Sampai Tuntas

WOW! Duit Negara Kurang, Pensiunan PNS tak Ada THR, Baca Sampai Tuntas


Pemerintah memutuskan untuk tetap tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Lebaran 2017 ini.

Kebijakan ini sama seperti tahun lalu, di mana pensiunan PNS hanya mendapat gaji ke-13 tanpa mendapat THR.


Sementara itu, THR tetap akan diberikan kepada PNS yang masih berstatus aktif saat ini.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo menilai, kebijakan ini sebagai buntut dari masih terbatasnya anggaran pemerintah.

Di tengah serba keterbatasan lantaran kebutuhan belanja yang ketat, lanjut Agus, pemerintah tentu harus pintar-pintar memilah pos anggaran mana yang bisa ditekan.

Ia menilai kebijakan untuk tidak memberikan THR kepada pensiunan PNS sudah sesuai dengan aturan yang ada.

THR, lanjutnya, memang semestinya diberikan kepada PNS yang masih aktif.

“Toh pensiunan sudah dapat gaji ke-13 juga. Menurut saya itu sudah mencukupi,” katanya, Senin (22/5).

Agus juga menambahkan, anggaran yang sudah ada memang sedang gencar digunakan pemerintah untuk membangun infrastruktur yang bisa dinikmati banyak orang.

Artinya, asal alokasi anggaran bisa tepat sasaran, persoalan THR yang tidak diberikan kepada pensiunan PNS sebetulnya tidak masalah.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu Peraturan Pemerintah (PP) yang akan menetapkan besaran THR yang bakal diterima PNS.

Askolani menjelaskan, THR akan diberikan kepada PNS sebelum Lebaran dan gaji ke-13 akan disalurkan tetap pada Juni.

Hal ini bertepatan dengan tahun ajaran yang akan dimulai pada Juli mendatang.

“THR untuk yang aktif saja. Sama seperti tahun lalu. Pensiun dapat gaji ke-13. Diberikannya sebelum Lebaran,” jelas Askolani.

Meski akan dibayarkan pada bulan yang sama, namun Askolani menyebutkan bahwa pencairan THR dan gaji ke-13 bisa saja berbeda tanggal.

Yang jelas, lanjutnya, THR akan diterima PNS sebelum Lebaran tiba, sedangkan gaji ke-13 bakal disalurkan sebelum tahun ajaran baru dimulai.


“Nanti semua kementerian lembaga tinggal mekanisme kaya biasa, dan itu kan nggak susah, tinggal dicairkan, punya manfaat, sesuai dengan tujuan,” katanya.

Tahun lalu, pemerintah memutuskan memberikan THR kepada PNS lantaran tidak ada kenaikan gaji bagi para PNS. THR diberikan sebagai kompensasi atas hal tersebut.



(Sumber : opinibangsa.id)

Senin, 22 Mei 2017

Penting! Bila Cobaan Hidup Tiada Henti-Hentinya, Lakukan ini!

Penting! Bila Cobaan Hidup Tiada Henti-Hentinya, Lakukan ini!

 
Sudah wajar bila dalam hidup ini kita diuji, karena kita diciptakan untuk menjadi lebih baik dengan ujian-ujian dari Allah SWT. Namun kadang kala kita sudah tak kuat lagi, terkadang malah ada orang yang nekat bunuh diri karena kesulitan hidupnya.

Memang bila mendapatkan ujian yang begitu berat siapa yang bakal sanggup, karena ketabahan tiap dalam menghadapi berbeda-beda. Namun jangan patah arang, Allah akan memberikan kemudahan setelah kesulitan. Simak kisah berikut ini.


Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama. Selang beberapa lama, saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain.

Gurunya berpesan :
"Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an ,Semakin banyak baca Al Qur’an urusanmu semakin mudah"

Dan muridnya pun melakukan. Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari. Dia menambahkan hingga 10 juz per hari. Dan urusannya semakin mudah.

Allah yang mengurus semua urusannya. Waktu pun semakin berkah.

Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu ? Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit. Itulah berkah Al Qur’an. Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu.

Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah. Padahal teorinya orang yang membaca AlQur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah. Hingga menjadi begitu efektif.

Hidup pun efektif.
Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an. Salah satu berkahnya adalah membuka pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shalih berikutnya.

Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Dan sebaliknya waktu yang selalu sibuk sehingga hanya habis untuk urusan dunia, bisa jadi itu adalah tandanya ada yang salah dalam hidup kita.

"Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang ada di pikirannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya:

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya. "
[Hadits Riwayat Muslim]


Note :
"Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit". Selamat membaca Al Qur'an dan beraktifitas dengan bekal Al Qur'an di bulan Ramadhan ini.


Sumber : WajibBaca

Kamu Harus Tahu! Inilah Cara Rasulullah Hadapi Cacian, Baca dan Sebarkan!

Kamu Harus Tahu! Inilah Cara Rasulullah Hadapi Cacian, Baca dan Sebarkan!


JAKARTA -- "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS Ali Imran: 133-134).


Alquran secara tegas dan terang-terangan menjaring kriteria calon penghuni surga dengan mensyaratkan umat Islam untuk menahan amarah dan memaafkan. Ini merupakan penegas bahwa menahan amarah hanya dapat dilakukan apabila ada kesiapan hati untuk memaafkan. Demikian juga sebaliknya, seseorang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain, akan menjadi penyebab dirinya tak mudah melampiaskan amarah.

Pribadi yang menahan amarah dan memaafkan telah dijanjikan surga. Mereka tak hanya disukai oleh Allah SWT dan sesama manusia, tapi juga malaikat-Nya. Dalam sebuah kisah bersama Abu Bakar RA, Rasulullah SAW memberikan nasihat elegan dan pesan yang istimewa agar seseorang yang dicaci atau disakiti hatinya tak perlu membalas dengan perbuatan (kotor) yang sama. Bersikap diam, tenang, dan tidak membalas keburukan jauh lebih suci dibandingkan mengumbar kemarahan. 

Suatu ketika, Abu Bakar duduk bersama Rasulullah SAW dan mendapat cacian dalam waktu yang lama. Setelah sekian lama mencaci dan tidak kunjung berhenti, Abu Bakar pun membalas caciannya. Rasulullah SAW marah, lalu berdiri. Abu Bakar menyusulnya, lalu ia berkata, "Wahai Rasulullah, dia mencaciku, padahal Engkau duduk (bersamaku). Ketika aku membalas beberapa caciannya, Engkau malah marah dan meninggalkanku." Mendengar pertanyaan sahabatnya, Rasulullah SAW memberikan nasihat bahwa ketika Abu Bakar diam, ada malaikat yang telah membalaskan cacian untuknya. Sebaliknya, ketika cacian itu dibalas, datanglah setan.

Pilihan Redaksi:  
WOW! 25 Buruh Migran Menulis Buku Tentang Muhammadiyah, Baca Sampai Tuntas!Pasti Seru dan Heboh, Jika Luhut dan Amien DebatMuslimah Wajib Baca!
Wanita Seperti ini Akan Dipakaikan 2 Gelang Api dari Neraka Saat Kiamat, Naudzubillah!


Kisah ini memberikan inspirasi berharga. Betapa menahan amarah akan mendatangkan kebaikan. Beriringan dengan itu, sikap memaafkan pun harus dibangun. Memang sulit, tetapi bukankah kita mendambakan ampunan-Nya? Semoga kita termasuk dalam kategori hamba yang mendapatkan ampunan dari Tuhan dan dijanjikan surga. Semoga puasa pada bulan Ramadhan kali ini menjadi ajang penempaan diri untuk lebih pandai dalam menahan amarah dan memaafkan. Pada muaranya, ibadah kita akan disambut dengan ampunan dan ridha-Nya.



Sumber : Republika

Inilah Cara Perkenalkan Ramadhan pada Anak-anak, Baca Sampai Tuntas!


Inilah Cara Perkenalkan Ramadhan pada Anak-anak, Baca Sampai Tuntas!


JAKARTA -- Bulan Ramadhan bukan hanya milik orang dewasa. Anak-anak pun akan merasakan berbedanya bulan ini dibanding bulan yang lainnya. Orang tua selalu memiliki kesempatan baik untuk memperkenalkan Ramadhan.


Ketua Dewan Direksi LPGDM Riayatul Ummah, Hj. Sunarsih Wijaya mengatakan, cara memperkenalkan Ramadhan dengan baik adalah dengan mencontohkannya dengan baik pula. "Jika kita menyambut dengan gembira dan suka cita, anak-anak akan merasakan bahagianya juga," katanya pada Republika.co.id, beberapa waktu lalu.

Jika orang tua bisa menunjukkan bahwa bulan ini begitu istimewa, maka anak-anak akan bisa melihatnya juga. Ia merujuk pada bagaimana putri Rasulullah SAW, Fatimah Azzahra memberikan contoh daripada hanya menggurui.

"Ketika menyuruh shalat malam, maka kondisikan ibunya juga melakukan shalat malam," kata Sunarsih. Maka ketika bulan Ramadhan datang, tunjukkan bahwa bulan ini membawa kebahagiaan dan keberkahan, bulan yang lebih baik daripada 1.000 bulan.

Pasalnya, anak-anak itu akan melihat bagaimana orang tuanya memperlakukan bulan Ramadhan. Selain itu, orang tua harus memperbanyak informasi soal bulan istimewa ini dengan kembali mempelajarinya.


"Mulailah kita mempelajari lagi, merujuk pada Alquran tentang Ramadhan, bagaimana menurut Rasulullah SAW," katanya. Pada akhirnya, orang tualah yang punya peran besar dalam memberitahu bahwa bulan puasa tidak hanya soal menahan dahaga dan lapar.


Sumber : Republika

Kamis, 18 Mei 2017

WOW! 25 Buruh Migran Menulis Buku Tentang Muhammadiyah, Baca Sampai Tuntas!

WOW! 25 Buruh Migran Menulis Buku Tentang Muhammadiyah, Baca Sampai Tuntas!


JAKARTA -- Sebanyak 25 orang buruh migran Indonesia yang berada di Taiwan menulis buku berjudul Mengenal Sang Surya di Bumi Formosa. Buku tersebut diterbitkan kemudian di-launching di Aula Medical Taipei University pada Ahad (14/5).


Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Ma’ruf mengatakan, buku tersebut dapat diterbitkan berkat pendampingan rutin Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan bersama MPM PP Muhammadiyah terhadap para buruh migran asal Indonesia. Sebelumnya, 25 buruh tersebut tidak mengenal Muhammadiyah.

"Buku ini merupakan kumpulan tulisan buruh migran yang merangkum tentang berbagai pengalaman keruhanian, kisah perjuangan yang diikuti oleh peluh keringat warga Muhammadiyah di Taiwan," kata Ahmad melalui keterangan tertulisnya kepada Republika.co.id.

Ia menerangkan, buku Mengenal Sang Surya di Bumi Formosa dapat memberikan pelajaran tentang kelahiran dan harapan baru pada titik-titik pijak kosmopolitanisme Islam berkemajuan. Sekaligus Internasionalisasi Muhammadiyah yang berwajah praksis dan kaya makna.

"Buku ini telah dipersiapkan sejak satu tahun yang lalu oleh pengurus PCIM Taiwan, tercetusnya buku ini merupakan hasil dari pelatihan pemberdayaan berkelanjutan yang dilakukan oleh PCIM Taiwan dan MPM PP Muhammadiyah," ujarnya.

Dikatakan dia, MPM PP Muhammadiyah bersama PCIM Taiwan telah dua kali memberikan pelatihan pemberdayaan ekonomi dan sosial kepada buruh migran Indonesia di Taiwan. Mereka juga diberi pendidikan untuk membangun karakter, kemandirian dan ekspresi melalui tulisan.


Launching buku Mengenal Sang Surya di Bumi Formosa bersamaan dengan launching majalah Surya Formosa yang akan terbit setiap bulan. Majalah tersebut nantinya akan didistribusikan kepada tujuh masjid yang ada di Taiwan. Selain, itu bersamaan juga dengan launching aplikasi gabungan radio-radio seluruh dunia yang berafiliasi dengan Muhammadiyah.



Sumber : Republika

Pasti Seru dan Heboh, Jika Luhut dan Amien Debat

Pasti Seru dan Heboh, Jika Luhut dan Amien Debat 



Urusan jadi tidaknya proyek reklamasi di teluk Jakarta tampaknya bakal menarik disimak. Pemerintah pusat di bawah komando Luhut Panjaitan ingin melanjutkan proyek tersebut. Adapun Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan akan menghentikan proyek tersebut. Sudah jauh-jauh hari, Luhut menantang para penentang reklamasi untuk adu data dan fakta. Menurut dia, pihak yang menolak reklamasi akan diberikan kesempatan berbicara dalam sebuah diskusi ilmiah.


Gayung bersambut. Wagub terpilih Sandiaga Uno siap meladeni tantangan Luhut. Terbaru, tantangan juga datang dari Amien Rais. Tak main-main tantangannya. Kata Amien, siapa yang kalah harus tiarap. Kalau perlu, adu data digelar dalam waktu dua minggu ini.

Nah, Luhut kembali memberikan jawaban soal reklamasi ini. Dia mengatakan, hasil kajian dan data reklamasi Teluk Jakarta baru akan diumumkan setelah Hari Raya Idul Fitri, Juli 2017. “Akan diumumkan setelah Lebaran,” kata Luhut setelah menghadiri forum Prakarsa Sabuk dan Jalan sutra atau Belt and Road Initiative (BRI) di Beijing, China, seperti dikutip dari keterangan tertulis Humas Kemenko Kemaritiman, kemarin.

Data yang akan disampaikan itu merupakan kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atas reklamasi Teluk Jakarta. Menurut Luhut, penjelasan data bertujuan menjawab permintaan dari sejumlah pihak terkait reklamasi.

“Ya, kalau memang menurut kajian mereka tidak perlu dilanjutkan, silakan saja. Itu hak mereka,” jawabnya.

Sehari sebelumnya, eks Ketua MPR Amien Rais secara terbuka menantang Luhut Panjaitan untuk debat dan adu data soal reklamasi. Kata Amien, jika reklamasi terbukti bermanfaat untuk masyarakat, dia mengaku kalah. “Kalau data Pak Luhut reklamasi mengurangi banjir betul, ya sudah saya tiarap,” kata Amien, saat menjadi pembicara dalam seminar bertema stop reklamasi teluk Jakarta di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Amien menyatakan, program reklamasi harus segera dihentikan atau moratorium. Baginya, pemerintah mempunyai pemikiran yang salah jika reklamasi menjadi solusi atas masalah laten banjir yang kerap melanda ibu kota. Justru, katanya, reklamasi dapat memberikan efek kerusakan lingkungan lebih parah. Menurutnya, dalih reklamasi untuk mengantisipasi banjir yang dimiliki pemerintah bertolak belakang dengan yang dimiliki oleh sejumlah aktivis yang menentang reklamasi.

Reklamasi, ujar Amien, sejatinya bukan untuk kepentingan Jakarta dan negara. Dia menuding, proyek reklamasi dikerjakan sejumlah pengembang hanya untuk kepentingan Negeri China. Lebih tajam lagi, Amin menuding program ini sudah menjadi ladang suap oknum pejabat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada pejabat yang menerima dana dari pengembang sebesar Rp 10 triliun untuk mendukung reklamasi tersebut.

Seusai acara, Amien kembali menjelaskan kepada awak media ihwal tantangan debatnya itu terhadap Menteri Luhut. Bahkan, dia mengatakan sejumlah rekannya yang senada menolak reklamasi sudah siap adu argumentasi dengan pemerintah ihwal ini.


“Secara sangat lugas dan cukup kesatria Pak Marwan Batubara dan tim Pak Muchlis, kemudian tokoh-tokoh nelayan, Pak Bintang Pamungkas dan lain-lain, itu bersedia dengan senang hati bagaimana Pak Luhut dengan timnya itu adu data, adu kesahihan, apa legalitas itu kemudian manfaat dan sebagainya,” katanya.

Bahkan, dia memberikan batas waktu dua pekan untuk pemerintah bersiap diri untuk melakoni debat terbuka. “Kami kasih waktu dua minggu. Kami hargai Pak Luhut, kita bicara baik-baik manfaat dan mudarat kita tinjau dari segala segi. Kedaulatan negara kita ini dijual apa nggak,” ujar Amien.



Sumber : opinibangsa.id